MANAJEMEN PELAYANAN
KEBIDANAN
DI RUMAH BERSALIN
Mata Kuliah
Organisasi Manajemen
Dosen
Pengampu : Fenny Bintarawati, S.ST

Disusun
Oleh :
Lania Dwitya Febriani
Akademi Kebidanan Soko Tunggal
Semarang
2015
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur selalu dilimpahkan kehadirat Allah SWT
yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya, baik berupa kesehatan dan
kesempatan sehingga saya bisa menyelesaikan tugas mata kuliah “ OrganisasiManajemen”
ini tepat pada waktunya.
Terimakasih
juga penulis ucapkan untuk dosen pembimbing mata kuliah Organisasi Manajemen
dan semua pihak yang membantu penyelesaian makalah ini.Makalah yang berjudul
ini dibuat dengan berbagai rujukan bacaan seperti buku dan jurnal yang didapat
dari internet.
Tidak
ada gading yang tak retak, penulis mengharapkan kritik dan saran
dari pembaca untuk perbaikan makalah ini di masa mendatang.
Semarang, 13
Agustus 2015
Penulis ,
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................. 2
DAFTAR
ISI ....................................................................................... 3
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.................................................................... 4
B. Rumusan Masalah............................................................... 5
C. Tujuan ............................................................................... 5
BAB
II PEMBAHASAN
A. Perencanaan....................................................................... 6
B. Pengorganisasi ................................................................... 8
C. Penggerakan, Pengawasan ………..……………………................ 12
BAB
III PENUTUP
A. Kesimpulan........................................................................ 18
B. Saran................................................................................ 18
DAFTAR
PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang
Asuhan sayang ibu
adalah asuhan dengan prinsip saling menghargai budaya, kepercayaan dan
keinginan sang ibu. Salah satu prinsip dasar asuhan sayang ibu adalah dengan
mengikutsertakan suami dan keluarga selama proses persalinan dan kelahiran
bayi. Untuk mencapai program asuhan sayang ibu
diperlukan manajemen pelayanan kebidanan yang terstruktur.
Upaya meminimalisasi dan menurunkan
tingkat kematian ibu hamil, bayi dan balita maka semua persalinan yang
ditangani oleh dukun bayi harus beralih ditangani oleh bidan.Kecuali hal-hal
yang berhubungan dengan adat dan kebiasaan setempat dengan menjalin hubungan
antara dukun dan bidan, tetapi kemitraan yang berjalan saat ini masih dalam
batas pemaknaan transfer ilmu pengetahuan, serta masih dalam bentuk pembinaan
cara-cara persalinan yang higienis kepada dukun bayi.
Salah satu kasus kesehatan yang masih
banyak terjadi di Indonesia adalah persalinan dengan pertolongan oleh dukun
bayi.Kenyataannya, hampir semua masyarakat Indonesia baik itu yang tinggal di
pedesaan maupun perkotaan lebih senang ditolong oleh dukun.
Hal tersebut disebabkan oleh tradisi
dan adat istiadat setempat. Dan cara atau strategi untuk membangun cohesive
network di antara para pemuka setempat, masyarakat, dukun dan bidan dalam
melaksanakan pelayanan kesehatan maternal dan perinatal secara bersama-sama.
2. Rumusan
masalah
Adapun rumusan masalah yang di bahas adalah :
1. Menjelaskan
perencanaan dalam proses pelayanan kebidanan
2. Menjelasakan
metode dalam proses organisasi pelayanan kebidanan di rumah bersalin
3. Tujuan
Makalah ini dibuat dengan tujuan agar
mahasiswi dapat menjelaskan teori-teori yang mendasari tentang manajemen
pelayanan kebidanan, khususnya dalam program asuhan sayang ibu.
BAB
II
PEMBAHASAN
1. P1 (
Perencanaan )
A. Tujuan
1. Menurunkan
angka kematian ibu saat melahirkan serta menurunkan angka kematian
bayi
2. Meningkatkan
pengetahuan ibu atau kaum perempuan mengenai proses melahirkan yang sehat,
pemberian asi ekslusif dan perawatan bayi
3. Memantapkan
komitmen dan dukungan terhadap gerakan sayang ibu
4. Meningkatkan
kepedulian dan dukungan sector terkait terhadap upaya-uapya penanggulangan
penyebab kematian ibu dan bayi secara terpadu
5. Meningkatkan
kepedulian dan peran serta institusi masyarkat dan swasta (LSM, organisasi
kemasyarakatan, organisasi profesi) dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan,
dan evaluasi dalam pemgumpulan data bersalin ditingkat kelurahan atau kecamatan
6. Meningkatkan
fungsi dan peran institusi kesehatan baik pemerintah maupun swasta dalam
pelayanan kesehatan yang aman, ramah dan nyaman bagi ibu dan bayi
7. Meningkatkan
upaya masyrakat dalam mengubah budaya masyarakat yang merugikan kesehatan ibu
bersalin srta bayi yang dilahirkan
8. Meningkatkan
upaya pengembangan dana perawatan ibu bersalin serta perawatan bayi di rumah
bersalin.
B. Metode
1. Melibatkan suami
dan keluarga dalam proses melahirkan
2. Ikut
berperan serta dalam memberikan asuhan sayang ibu dalam proses melahirkan.
C. Sasaran
a) Langsung
- Caten ( calon penganten)
- Pasangan usia subur (PUS)
- Ibu hamil, ibu
bersalin, ibu nifas, ibu meneteki, suami dan keluarga.
b) Tidak langsung
- Sector terkait
- Institusi kesehatan
- Institusi masyarakat
- Tokoh masyarakat dan agama
- Dan media massa
D. Material ( perlengkapan dan alat )
1. Di ruang tunggu :
a. Beberapa kursi tunggu untuk duduk bagi pasien yang sedang
menunggu antrian
b. 1 buah meja, tempat melakukan administrasi
c. Beberapa poster dinding dan jam dinding
2. Ruang pemeriksaan :
a. 1 buah
meja dan 3 buah kursi
b. 2 buah
tempat tidur periksa beserta bantal, perlak dan selimut
c. 1 buah timbangan
badan dewasa dan 1 buah timbangan bayi
d. 2 buah
tensimeter dewasa dan 2 buah tensimeter anak - anak serta stateskop
e. 2 buah
termometer axilla
f. Wastafel beserta handsoap dan kain untuk mengeringkan tangan
g. 2 trolly yang diatasnya terdapat : 1 box handscoen bersih, 1 box handscoen
steril, bak instrumen, korentang, kassa
steril,plester, betadine, alkohol, set heacting dan benang catgut,
kapas alkohol, 1 buah reflek hamer, 1 buah meteran, 1 buah tongue spatel,
doppler
h. Lemari obat - obatan
i. Lemari instrumen, yang berisi : spuit 1cc, 3 cc, 5cc dan 10 cc, set infus
beserta torniquet, cairan infus, masker, 1 buah jangka panggul
j. Lemari es tempat vaksin
k. 1 buah oksigen
l. 2 tiang infus
m. Tempat sampah, yang terdiri dari
sampah medis dan non medis
n. Jam dinding
o. Beberapa poster
dinding
3. Kamar Bersalin
a. 2 buah bed ginekology
b. 2 buah trolly yang diatasnya terdapat masing – masing : tensimeter,
stateskop, 1 box handscoen bersih, 1 box handscoen steril, 1 box kapas cebok,
kassa, plester, korentang, bak instrumen yang didalmnya terdapat : pinset, kom
kecil, betadine, alkohol, set heacting dan benang catgut, klem tali pusat, 1
buah doppler
c. Lemari obat, di dalamnya terdapat : oksitosin ( obat –
obat untuk induksi persalinan ), aquabides, vi. K, set IUD dan
implant.
d. Lemari instrumen, didalamnya terdapat : infus set beserta torniquet, 2 buah
partus set, kateter, alat resusitasi,penghisap lendir, doek steril, underpet
dan pembalut ibu
e. Trolli tempat kom air DTT dan lar. Klorin dan kom plasenta
f. Berbagai alat pelindung diri : topi, kacamata, skort, sepatu boot
g. Lampu sorot
h. 1 Oksigen
i. Meja resusitasi
j. 2 buah tiang infus
k. Lemari autoklaf
l. Timbangan dan meteran bayi
m. 2 buah tempat sampah : sampah
medis dan non medis
n. Lemari tempat
berbagai macam formulir tindakan
4. 3 buah Kamar perawatan nifas, setiap kamar terdapat :
a. 2 buah tempat
tidur ibu beserta bantal, perlak dan selimut
b. 2 buah meja dan
kursi
c. Lampu
d. Jam dinding
e. Kamar mandi
5. 1 Ruangan bayi
a. 2 buah
inkubator
b. 2 buah oksigen
c. 2 buah tiang
infus
2. P2
( Pegorganisasian )
adalah : suatu proses dan rangkaian kegiatan dalam
pembagian kerja yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok
pekerjaan, penentuan hubungan pekerjaan yang baik diantara mereka, serta
pemberian lingkungan dan fasilitas kerja yang kondusif.
a. Peran
organisasi profesi :
1. Sebagai
pemikir
2. Sebagai
pelaksana
3. Sebagai
fasilitator
Rumah
Bersalin memiliki tenaga kerja yang terdiri dari :
1. Dokter
penanggung jawab
2. Dokter
jaga
3. Manager
4. Bidan
6 orang
5. Cleaning
service 2 orang ( merangkap menjadi penjaga malam )
b. Struktur
Organisasi
Penanggung
Jawab : dokter SpOG
Ketua : Bidan
Wakil Ketua : Bidan
Sekretaris : Bidan
Bendahara : Perawat
Bidang Medis : Bidan
Bidang Humas : Bidan
Bidang Pengembangan : Bidan
Bidang Perlengkapan : Perawat
Ketua : Bidan
Wakil Ketua : Bidan
Sekretaris : Bidan
Bendahara : Perawat
Bidang Medis : Bidan
Bidang Humas : Bidan
Bidang Pengembangan : Bidan
Bidang Perlengkapan : Perawat
c. Susunan Tugas Operasioal
1. Direktur
1. Direktur
a. Bertugas sebagai pemimpin
dari Rumah Bersalin tersebut, agar segala macam kegiatan yang direncanakan
dapat tercapai dan dapat mencapai sasaran.
b. Mengatur dan bertanggung jawab
terhadap kinerja bawahannya.
c. Donatur tetap setiap acara yang
diadakan Balai Pengobatan
2. Manager
a. Menentukan dan
mengatur pembagian tugas karyawan.
b. Merumuskan pokok-pokok
kebijaksanaan dalam bidang produksi/pelayanan, pemasaran, dan keuangan.
c. Bertanggung jawab
dalam menyeleksi tenaga kerja yang mau bekerja di RB
d. Menjalin relasi dengan pihak lain
dalam setiap kegiatan yang dilakukan RB
e. Mengatur pemasukan dan pengeluaran
keuangan RB
3. Dokter Penanggung Jawab
a. Bertanggung jawab
atas semua kegiatan di Rumah Bersalin
b. Bertanggungjawab
terhadap pelaksanan pengobatan
c. Berperanserta
melayani pasien dalam pengobatan
d. Memberikan
pelimpahan/penjelasan kerja pada bawahannya (dr. Pelaksana)
e. Melakukan kunjungan
rumah ( home care)
4. Dokter Pelaksana
a. Melayani pasien sesuai tugas
b. Memberikan konseling
sesuai dengan permasalahan kesehatan yang di alami pasien
c. Bergantian sif dengan dr. Penanggung jawab
dalam bertugas
d. Melakukan kunjungan rumah ( home care)
5. Bidan
Profesional
a. Melakukan kunjungan rumah/homecar
b. Melakukan asuhan kebidanan
c. Mengontrol tindakan yang dilakukan
oleh bidan vokasional
d. Mengatur pelaksanan kegiatan
kebidanan di RB
e. Bertanggung jawab atas pembukuan
keuangan harian
f. Bertugas setiap hari untuk
menerima pasien/administrasi
g. Memberikan obat kepada pasien
berdasarkan resep dokter
h. Melakukan tindakan kebidanan pada
pasien
i. Melakukan
kunjungan rumah bersama bidan profesonal/dokter bila di perlukan
6. Cleaning
service
a. Sebagai tenaga yang
memberikan kenyamanan dengan menjamin kebersihan ruangan Balai pengobatan
b. Membersihkan
peralatan dan ruangan di RB
c. Sebagai penjaga
malam RB
3. P3
( Penggerakan, Pengawasan dan Pengendalian
)
Melakukan tindakan asuhan sayang ibu, agar
ibu merasa nyaman dalam proses melahirkan dan agar ibu tidak trauma
dalam proses melahirkan berikutnya dan memberikan asuhan senyaman mungkin
kepada ibu.Mengawasi
kegiatan yang telah di rencanakan, berjalan baik atau tidak sehingga
kita mengetahui asuhan yang telah di berikan sudah efektif atau belum dan bisa
mengetahiu kekurangan dan kelemahan dalam memberikan asuhan.Menetapkan standar
dan mengadakan Penilaian
Standar Pelayanan Kebidanan:
1. Standar I
(Falsafah dan Tujuan)
Pengelolaan pelayanan kebidanan
memiliki visi dan misi, filosofi, dan dasar tujuan pelayanan serta organisasi
pelayanan sebagaiu dasar untuk melaksanakan tugas pelayanan sebagai dasar untuk
melaksanakan tugas pelayanan yang efektif
dan efisen.
Definisi operasional:
a. Pengelola
pelayanan kebidanan memiliki visi, misi, dan filosofi pelayanan kebidanan yang
mengacu pada visi, misi, dan filosofi masing-masing.
b. Ada
bagian struktur organisasi yang menggambarkan garis komando, fungsi, an jantung
jawab serta kewenangan dalam pelayanan kebidanan dan hubungan dengan unit lain
dan disahkan oleh pimpinan
c. Ada
bukti tertulis untuk setiap tenaga yang ada pada organisasi yang disahkan oleh
pimpinan
d. Ada
bukti tertulis tentang persyaratan tenaga yang menduduki jabatan pada
organisasi yang disahkan oleh pimpinan
2. Standar II
(Administrasi dan Pengelolaan)
Pengelolaan pelayanan kebidanan
memiliki pedoman pengelolaan pelayanan yang kondusif yang memungkinkan
terjadinya praktik pelayanan kebidanan akurat.
Definisi operasional
a. Ada
pedoman pengelolaan pelayanan yang mencerminkan mekanisme kerja unit pelayanan
tersebut yang disahkan oleh pimpinan
b. Ada
standar pelayanan yang dibuat mengacu pada pedoman standar alat, ruangan,
standar keterangan ketenangan yang telah disahkan oleh pimpinan.
c. Ada
prosedur tetap untuk setiap jenis/kegiatan kebidanan yang disahkan oleh pimpinan
d. Ada
rencana/ program kerja di setiap institusi pengelolaan mengacu ke institusi
induk.
3. Standar III (Staf
dan Pimpinan)
Pengelolaan pelayanan kebidanan
mempunyai program pengelolaan sumber daya manusai (SDM) agar pelayanan
kebidanan berjalan efektif dan efisien.
Definisi oerasional.
a. Ada
program kebutuhan SDM sesuai dengan kebutuhan
b. Mempunyai
jadwal pengaturan kerja harian
c. Ada
jadwal dinas yang menggambarkan kemampuan tiap-tiap per unit yang menduduki
tanggung jawab dan kemampuan yang dimiliki oleh bidan.
4. Standar IV
(Fasilitas dan Peralatan)
Tersdia sarana dan peralatan untuk
mendukung pencapaian pelayanan kebidanan sesuai dengan tugas dan fungsi
institusi pelayanan.
Definisi operasional
a. Tersedia
peralatan yang sesuai dengan standar dan ada mekanisme keterlibatan bidan dalam
perecanaan dan pengembangan sarana dan prasarana
b. Ada
buku inventaris peralatan yang mencerminkan jumlah kualitas barang.
c. Ada
pelatihan khusus untuk bidan tenatang penggunaan alat tertentu
d. Ada
prosedur permintaan dan penghapusan alat
5. Standar V
(Kebajaksanaan dan Prosedur)
Pengelola pelayanan kebidanan memiliki
kebijakan dalam penyelenggaraan dan pembinaan pegawai menuju pelayanan yang
berkualitas.
Definisi oerasional.
a. Adanya
kebijaksaan tertulis tenatang prosedur pelaksaan dan standar pelayanan yang
disahkan oleh pimpinan
b. Ada
prosedur personalia
c. Ada
prosedur pembinaan pegawai
6. Standar VI
(Pengembangan Staf dan Program Pendidikan)
Pengelola pelayanan kebidanan memiliki
program pengembangan staf dan perencanaan pendidikan, susuai dengan kebutuhan
pelayanan.
Definisi operasional
a. Ada
program pembinaan staf dan program pendidikan secara berkesinambungan
b. Ada
program pelatihan dan orientasi
7. Standar VII
(Standar Asuhan)
Pengelola pelayanan kebidanan memiliki
standar asuhan/ manajemen kebidanan yang diterapkan sebagai pedoman dalam
memberi pelayanan kepada pasien.
Definisi oerasional.
a. Ada
standar manajemen kebidanan sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan kebidanan
b. Ada
format manajemen kebidanan yang tedaftar pada catatan medic
c. Ada
pengkajian asuhan kebidanan bagi setiap klien
d. Ada
diagnosis kebidanan
e. Ada
rencana asuahan kebidanan
f. Ada dokumen
tertulis tentang tidnakan kebidanan
g. Ada evaluasi dalam
memberi asuhan kebidanan
h. Ada
dokumnetasi untuk kegiatan manajemen kebidanan
8. VIII
(Evaluasi dan Pengendalian Mutu)
Pengelola pelayanan kebidanan memiliki
program dan pelaksaan evaluasi dan pengendalian mutu pelayanan kebidanan yang
dilaksanakan secara berkesinambungan.
Definisi oerasional.
a. Ada
program atau rencana tertulis peningkatan mutu pelayanan kebidanan
b. Ada
program atau rencan tertulis untuk melakukan penilaian terhadap standar asuhan
kebidanan
c. Ada
bukti tertulis tentang pelaksaan evaluasi pelayanan dan rencana tindak lanjut
d. Ada
laporan hasil evaluasi
BATASAN SKALA PELAYANAN
Batasan masalah dalam
pengkajian ini meliputi studi kasus yang berkenan dengan Rumah Bersalin. Selain
itu juga dikaji mengenai batasan masalah rumah bersalin sebagai wadah pelayanan
kesehatan, sebagai berikut :
1. Rumah bersalin dengan pelayanan kesehatan pada ibu hamil
memiliki sasaran pasien yang khusus yang hanya menangani permasalahan serta
persiapan ibu menjelang persalinan.
2. Masalah pada proses persalinan tidak terlalu bervariasi
kecuali pasien yang mengalami kesalahan kehamilan, seperti : hamil anggur atau
permasalahan pada saat persalinan seperti : bayi sungsang, gemeli dan kelainan
kelahiran lainnya.
BAB
III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Rumah Bersalin adalah program yang sangat penting dan tepat
dalam upaya penurunan angka kematian bayi di Indonesia. Rumah bersalin merupakan fasilitas
pelayanan kesehatan individu, tempat kelahiran dan merupakan dimulainya suatu
kehidupan.Pelayanan di rumah bersalin memegang
peran dalam keberhasilan ibu menyusui eksklusif selama 6 bulan.Sepuluh langkah
keberhasilan menyusui, diharapkan dapat membantu bayi mendapatkan hak nya yaitu
menyusui segera setelah lahir. Edukasi sebelum kelahiran sangat penting agar
masyarakat mengetahui keuntungan pemberian ASI dan apa yang sebaiknya dilakukan
setelah kelahiran agar ibu sukses menyusui eksklusif.
2. SARAN
Penulis mengharapkan agar mahasiswa dapat mengetahui dan
memanfaatkan makalah ini untuk menambah wawasan untuk mengetahui tentang
organisasi pelayanan kebidanan.
DAFTAR
PUSTAKA
Machfoeds,ircham,dkk, pendidikan
kesehatan bagian dari promosi kesehatan.Fitrama
.yogyakarta.2007.hal 78:106
mellani,niken,dkk.2009.kebidanan.komunitas.yogyakarta:fitramaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar