Senin, 21 Desember 2015

Manajemen Pelayanan Kebidanan



MANAJEMEN PELAYANAN KEBIDANAN
DI RUMAH BERSALIN
Mata Kuliah
Organisasi Manajemen
Dosen Pengampu       :  Fenny Bintarawati, S.ST
Description: akbid-soko-tunggal1.jpg
Disusun Oleh :

Lania Dwitya Febriani



Akademi Kebidanan Soko Tunggal Semarang
2015


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur selalu dilimpahkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya, baik berupa kesehatan dan kesempatan sehingga saya bisa menyelesaikan tugas mata kuliah “ OrganisasiManajemen” ini tepat pada waktunya.
Terimakasih juga penulis ucapkan untuk dosen pembimbing mata kuliah Organisasi Manajemen dan semua pihak yang membantu penyelesaian makalah ini.Makalah yang berjudul ini dibuat dengan berbagai rujukan bacaan seperti buku dan jurnal yang didapat dari internet.
Tidak ada gading yang tak retak, penulis mengharapkan kritik  dan saran dari pembaca untuk perbaikan makalah ini di masa mendatang.




Semarang,  13 Agustus 2015                


         Penulis ,                      



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR  ............................................................................. 2
DAFTAR ISI  ....................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang.................................................................... 4
B.     Rumusan Masalah............................................................... 5
C.     Tujuan  ............................................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN
A.    Perencanaan....................................................................... 6
B.     Pengorganisasi ................................................................... 8
C.     Penggerakan, Pengawasan  ………..……………………................ 12
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan........................................................................ 18
B.     Saran................................................................................ 18
DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang
Asuhan sayang ibu adalah asuhan dengan prinsip saling menghargai budaya, kepercayaan dan keinginan sang ibu. Salah satu prinsip dasar asuhan sayang ibu adalah dengan mengikutsertakan suami dan keluarga selama proses persalinan dan kelahiran bayi. Untuk mencapai program asuhan sayang ibu diperlukan manajemen pelayanan   kebidanan yang terstruktur.
Upaya meminimalisasi dan menurunkan tingkat kematian ibu hamil, bayi dan balita maka semua persalinan yang ditangani oleh dukun bayi harus beralih ditangani oleh bidan.Kecuali hal-hal yang berhubungan dengan adat dan kebiasaan setempat dengan menjalin hubungan antara dukun dan bidan, tetapi kemitraan yang berjalan saat ini masih dalam batas pemaknaan transfer ilmu pengetahuan, serta masih dalam bentuk pembinaan cara-cara persalinan yang higienis kepada dukun bayi.
Salah satu kasus kesehatan yang masih banyak terjadi di Indonesia adalah persalinan dengan pertolongan oleh dukun bayi.Kenyataannya, hampir semua masyarakat Indonesia baik itu yang tinggal di pedesaan maupun perkotaan lebih senang ditolong oleh dukun.
Hal tersebut disebabkan oleh tradisi dan adat istiadat setempat. Dan cara atau strategi untuk membangun cohesive network di antara para pemuka setempat, masyarakat, dukun dan bidan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan maternal dan perinatal secara bersama-sama.


2.      Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah yang di bahas adalah :
1.      Menjelaskan perencanaan dalam proses pelayanan kebidanan
2.      Menjelasakan metode dalam proses organisasi  pelayanan kebidanan di rumah bersalin
3.      Tujuan
Makalah ini dibuat dengan tujuan agar mahasiswi dapat menjelaskan teori-teori yang mendasari tentang manajemen pelayanan kebidanan, khususnya dalam program asuhan sayang ibu.












BAB II
PEMBAHASAN

1.     P1 ( Perencanaan )
A.    Tujuan
1.      Menurunkan angka kematian ibu saat melahirkan  serta menurunkan angka kematian bayi
2.      Meningkatkan pengetahuan ibu atau kaum perempuan mengenai proses melahirkan yang sehat, pemberian asi ekslusif dan perawatan bayi
3.      Memantapkan komitmen dan dukungan terhadap gerakan  sayang ibu
4.      Meningkatkan kepedulian dan dukungan sector terkait terhadap upaya-uapya penanggulangan penyebab kematian ibu dan bayi secara terpadu
5.      Meningkatkan kepedulian dan peran serta institusi masyarkat dan swasta (LSM, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi) dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi dalam pemgumpulan data bersalin ditingkat kelurahan atau kecamatan
6.      Meningkatkan fungsi dan peran institusi kesehatan baik pemerintah maupun swasta dalam pelayanan kesehatan yang aman, ramah dan nyaman bagi ibu dan bayi
7.      Meningkatkan upaya masyrakat dalam mengubah budaya masyarakat yang merugikan kesehatan ibu bersalin srta bayi yang dilahirkan
8.      Meningkatkan upaya pengembangan dana perawatan ibu bersalin serta perawatan bayi di rumah bersalin.
B.     Metode
1.      Melibatkan suami dan keluarga dalam proses melahirkan
2.      Ikut berperan serta dalam memberikan asuhan sayang ibu dalam proses melahirkan.
C.       Sasaran
a)      Langsung
-   Caten ( calon penganten)
-   Pasangan usia subur (PUS)
-   Ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu meneteki, suami dan keluarga.
b)      Tidak langsung
-    Sector terkait
-    Institusi kesehatan
-    Institusi masyarakat
-    Tokoh masyarakat dan agama
-    Dan media massa
D.  Material ( perlengkapan dan alat )
1.      Di ruang tunggu :
a.       Beberapa kursi tunggu untuk duduk bagi  pasien yang sedang menunggu antrian
b.      1 buah meja, tempat melakukan administrasi
c.       Beberapa poster dinding dan jam dinding
2.      Ruang pemeriksaan :
a.       1 buah meja  dan 3 buah kursi
b.      2  buah tempat tidur periksa beserta bantal, perlak dan selimut
c.       1 buah timbangan badan dewasa dan 1 buah timbangan bayi
d.      2 buah tensimeter  dewasa dan 2 buah tensimeter anak - anak serta stateskop
e.       2 buah termometer axilla
f.       Wastafel beserta handsoap dan kain untuk mengeringkan tangan
g.      2 trolly yang diatasnya terdapat : 1 box handscoen bersih, 1 box handscoen steril, bak instrumen, korentang,  kassa steril,plester,  betadine, alkohol, set heacting dan benang catgut, kapas alkohol, 1 buah reflek hamer, 1 buah meteran, 1 buah tongue spatel, doppler
h.      Lemari obat - obatan
i.        Lemari instrumen, yang berisi : spuit 1cc, 3 cc, 5cc dan 10 cc, set infus beserta torniquet, cairan infus, masker, 1 buah jangka panggul
j.        Lemari es tempat vaksin
k.      1 buah oksigen
l.        2 tiang infus
m.    Tempat sampah, yang terdiri dari sampah medis dan non medis
n.      Jam dinding
o.      Beberapa poster dinding
3.      Kamar Bersalin
a.       2 buah bed ginekology
b.      2 buah trolly yang diatasnya terdapat masing – masing : tensimeter, stateskop, 1 box handscoen bersih, 1 box handscoen steril, 1 box kapas cebok, kassa, plester, korentang, bak instrumen yang didalmnya terdapat : pinset, kom kecil, betadine, alkohol, set heacting dan benang catgut, klem tali pusat, 1 buah doppler
c.       Lemari obat, di dalamnya terdapat : oksitosin ( obat – obat  untuk induksi persalinan ), aquabides, vi. K, set IUD dan implant.
d.      Lemari instrumen, didalamnya terdapat : infus set beserta torniquet, 2 buah partus set, kateter, alat resusitasi,penghisap lendir, doek steril, underpet dan pembalut ibu
e.       Trolli tempat kom air DTT dan lar. Klorin dan kom plasenta
f.       Berbagai alat pelindung diri : topi, kacamata, skort, sepatu boot
g.      Lampu sorot
h.      1 Oksigen
i.        Meja resusitasi
j.        2 buah tiang infus
k.      Lemari autoklaf
l.        Timbangan dan meteran bayi
m.    2 buah tempat sampah : sampah medis dan non medis
n.      Lemari tempat berbagai macam formulir tindakan
4.      3 buah Kamar perawatan nifas, setiap kamar terdapat :
a.       2 buah tempat tidur ibu beserta bantal, perlak dan selimut
b.      2 buah meja dan kursi
c.       Lampu
d.      Jam dinding
e.       Kamar mandi
5.      1 Ruangan bayi
a.       2 buah inkubator
b.      2 buah oksigen
c.       2 buah tiang infus

2.      P2 ( Pegorganisasian )
adalah : suatu proses dan rangkaian kegiatan dalam pembagian kerja yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok pekerjaan, penentuan hubungan pekerjaan yang baik diantara mereka, serta pemberian lingkungan dan fasilitas kerja yang kondusif.
a.       Peran organisasi profesi :
1.      Sebagai pemikir
2.      Sebagai pelaksana
3.      Sebagai fasilitator
Rumah Bersalin memiliki tenaga kerja yang terdiri dari :
1.    Dokter penanggung jawab
2.    Dokter jaga
3.    Manager
4.    Bidan 6 orang
5.    Cleaning service 2 orang ( merangkap menjadi penjaga malam )
b.   Struktur Organisasi
Penanggung Jawab               dokter SpOG
Ketua
                                   Bidan
Wakil Ketua
                          Bidan
Sekretaris
                            Bidan
Bendahar
a                            Perawat
Bidang Medis
                        Bidan
Bidang Humas
                      Bidan                                       
Bidang Pengembangan
          Bidan
Bidang Perlengkapa
n             : Perawat
c.   Susunan Tugas Operasioal
1. Direktur
a.  Bertugas sebagai pemimpin dari Rumah Bersalin tersebut, agar segala macam kegiatan yang direncanakan dapat tercapai dan dapat mencapai sasaran.
b.   Mengatur dan bertanggung jawab terhadap kinerja bawahannya.
c.   Donatur tetap setiap acara yang diadakan Balai Pengobatan
2.  Manager
a.   Menentukan dan mengatur pembagian tugas karyawan.
b.   Merumuskan pokok-pokok kebijaksanaan dalam bidang produksi/pelayanan, pemasaran, dan keuangan.
c.   Bertanggung jawab dalam menyeleksi tenaga kerja yang mau bekerja di RB
d.   Menjalin relasi dengan pihak lain dalam setiap kegiatan yang dilakukan RB
e.   Mengatur pemasukan dan pengeluaran keuangan RB
3.  Dokter Penanggung Jawab
a.   Bertanggung jawab atas semua kegiatan di Rumah Bersalin
b.   Bertanggungjawab terhadap pelaksanan pengobatan
c.   Berperanserta melayani pasien dalam pengobatan
d.   Memberikan pelimpahan/penjelasan kerja pada bawahannya (dr. Pelaksana)
e.   Melakukan kunjungan rumah ( home care)
4.  Dokter Pelaksana
a.   Melayani pasien sesuai tugas
b.  Memberikan konseling sesuai dengan permasalahan kesehatan yang di alami pasien
c.  Bergantian sif dengan dr. Penanggung jawab dalam bertugas
d.  Melakukan kunjungan rumah ( home care)
5.      Bidan Profesional
a.   Melakukan kunjungan rumah/homecar
b.   Melakukan asuhan kebidanan
c.   Mengontrol tindakan yang dilakukan oleh bidan vokasional
d.   Mengatur pelaksanan kegiatan kebidanan di RB
e.   Bertanggung jawab atas pembukuan keuangan harian
f.    Bertugas setiap hari untuk menerima pasien/administrasi
g.   Memberikan obat kepada pasien berdasarkan resep dokter
h.   Melakukan tindakan kebidanan pada pasien
i.    Melakukan kunjungan rumah bersama bidan profesonal/dokter bila di perlukan
6.      Cleaning service
a.   Sebagai tenaga yang memberikan kenyamanan dengan menjamin kebersihan ruangan Balai pengobatan
b.   Membersihkan peralatan dan ruangan di RB
c.   Sebagai penjaga malam RB






3.    P3 ( Penggerakan, Pengawasan dan Pengendalian )
 Melakukan tindakan asuhan sayang ibu, agar ibu merasa nyaman dalam proses melahirkan dan  agar ibu tidak trauma dalam proses melahirkan berikutnya dan memberikan asuhan senyaman mungkin kepada ibu.Mengawasi kegiatan  yang telah di rencanakan, berjalan baik atau tidak sehingga kita mengetahui asuhan yang telah di berikan sudah efektif atau belum dan bisa mengetahiu kekurangan dan kelemahan dalam memberikan asuhan.Menetapkan standar dan mengadakan Penilaian
Standar Pelayanan Kebidanan:
1.      Standar I (Falsafah dan Tujuan)
Pengelolaan pelayanan kebidanan memiliki visi dan misi, filosofi, dan dasar tujuan pelayanan serta organisasi pelayanan sebagaiu dasar untuk melaksanakan tugas pelayanan sebagai dasar untuk melaksanakan tugas pelayanan yang efektif dan efisen.
Definisi operasional:
a.       Pengelola pelayanan kebidanan memiliki visi, misi, dan filosofi pelayanan kebidanan yang mengacu pada visi, misi, dan filosofi masing-masing.
b.      Ada bagian struktur organisasi yang menggambarkan garis komando, fungsi, an jantung jawab serta kewenangan dalam pelayanan kebidanan dan hubungan dengan unit lain dan disahkan oleh pimpinan
c.       Ada bukti tertulis untuk setiap tenaga yang ada pada organisasi yang disahkan oleh pimpinan
d.      Ada bukti tertulis tentang persyaratan tenaga yang menduduki jabatan pada organisasi yang disahkan oleh pimpinan

2.      Standar II (Administrasi dan Pengelolaan)
Pengelolaan pelayanan kebidanan memiliki pedoman pengelolaan pelayanan yang kondusif yang memungkinkan terjadinya praktik pelayanan kebidanan akurat.
Definisi operasional
a.     Ada pedoman pengelolaan pelayanan yang mencerminkan mekanisme kerja unit pelayanan tersebut yang disahkan oleh pimpinan
b.     Ada standar pelayanan yang dibuat mengacu pada pedoman standar alat, ruangan, standar keterangan ketenangan yang telah disahkan oleh pimpinan.
c.      Ada prosedur tetap untuk setiap jenis/kegiatan kebidanan yang disahkan oleh pimpinan
d.     Ada rencana/ program kerja di setiap institusi pengelolaan mengacu ke institusi induk.

3.      Standar III (Staf dan Pimpinan)
Pengelolaan pelayanan kebidanan mempunyai program pengelolaan sumber daya manusai (SDM) agar pelayanan kebidanan berjalan efektif dan efisien.
Definisi oerasional.
a.       Ada program kebutuhan SDM sesuai dengan kebutuhan
b.      Mempunyai jadwal pengaturan kerja harian
c.       Ada jadwal dinas yang menggambarkan kemampuan tiap-tiap per unit yang menduduki tanggung jawab dan kemampuan yang dimiliki oleh bidan.

4.      Standar IV (Fasilitas dan Peralatan)
Tersdia sarana dan peralatan untuk mendukung pencapaian pelayanan kebidanan sesuai dengan tugas dan fungsi institusi pelayanan.
Definisi operasional
a.       Tersedia peralatan yang sesuai dengan standar dan ada mekanisme keterlibatan bidan dalam perecanaan dan pengembangan sarana dan prasarana
b.      Ada buku inventaris peralatan yang mencerminkan jumlah kualitas barang.
c.       Ada pelatihan khusus untuk bidan tenatang penggunaan alat tertentu
d.       Ada prosedur permintaan dan penghapusan alat

5.      Standar V (Kebajaksanaan dan Prosedur)
Pengelola pelayanan kebidanan memiliki kebijakan dalam penyelenggaraan dan pembinaan pegawai menuju pelayanan yang berkualitas.
Definisi oerasional.
a.       Adanya kebijaksaan tertulis tenatang prosedur pelaksaan dan standar pelayanan yang disahkan oleh pimpinan
b.      Ada prosedur personalia
c.      Ada prosedur pembinaan pegawai

6.      Standar VI (Pengembangan Staf dan Program Pendidikan)
Pengelola pelayanan kebidanan memiliki program pengembangan staf dan perencanaan pendidikan, susuai dengan kebutuhan pelayanan.
Definisi operasional
a.       Ada program pembinaan staf dan program pendidikan secara berkesinambungan
b.      Ada program pelatihan dan orientasi

7.      Standar VII (Standar Asuhan)
Pengelola pelayanan kebidanan memiliki standar asuhan/ manajemen kebidanan yang diterapkan sebagai pedoman dalam memberi pelayanan kepada pasien.
Definisi oerasional.
a.       Ada standar manajemen kebidanan sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan kebidanan
b.       Ada format manajemen kebidanan yang tedaftar pada catatan medic
c.        Ada pengkajian asuhan kebidanan bagi setiap klien
d.       Ada diagnosis kebidanan
e.       Ada rencana asuahan kebidanan
f.       Ada dokumen tertulis tentang tidnakan kebidanan
g.      Ada evaluasi dalam memberi asuhan kebidanan
h.       Ada dokumnetasi untuk kegiatan manajemen kebidanan

8.      VIII (Evaluasi dan Pengendalian Mutu)
Pengelola pelayanan kebidanan memiliki program dan pelaksaan evaluasi dan pengendalian mutu pelayanan kebidanan yang dilaksanakan secara berkesinambungan.
Definisi oerasional.
a.       Ada program atau rencana tertulis peningkatan mutu pelayanan kebidanan
b.      Ada program atau rencan tertulis untuk melakukan penilaian terhadap standar asuhan kebidanan
c.       Ada bukti tertulis tentang pelaksaan evaluasi pelayanan dan rencana tindak lanjut
d.       Ada laporan hasil evaluasi
BATASAN SKALA PELAYANAN
Batasan masalah dalam pengkajian ini meliputi studi kasus yang berkenan dengan Rumah Bersalin. Selain itu juga dikaji mengenai batasan masalah rumah bersalin sebagai wadah pelayanan kesehatan, sebagai berikut :
1.    Rumah bersalin dengan pelayanan kesehatan pada ibu hamil memiliki sasaran pasien yang khusus yang hanya menangani permasalahan serta persiapan ibu menjelang persalinan.
2.    Masalah pada proses persalinan tidak terlalu bervariasi kecuali pasien yang mengalami kesalahan kehamilan, seperti : hamil anggur atau permasalahan pada saat persalinan seperti : bayi sungsang, gemeli dan kelainan kelahiran lainnya.
















BAB III
PENUTUP

1.    Kesimpulan
Rumah Bersalin adalah program yang sangat penting dan tepat dalam upaya penurunan angka kematian bayi di Indonesia.  Rumah bersalin merupakan fasilitas pelayanan kesehatan individu, tempat kelahiran dan merupakan dimulainya suatu kehidupan.Pelayanan di rumah bersalin memegang peran dalam keberhasilan ibu menyusui eksklusif selama 6 bulan.Sepuluh langkah keberhasilan menyusui, diharapkan dapat membantu bayi mendapatkan hak nya yaitu menyusui segera setelah lahir. Edukasi sebelum kelahiran sangat penting agar masyarakat mengetahui keuntungan pemberian ASI dan apa yang sebaiknya dilakukan setelah kelahiran agar ibu sukses  menyusui eksklusif.
2.    SARAN
Penulis mengharapkan agar mahasiswa dapat mengetahui dan memanfaatkan makalah ini untuk menambah wawasan untuk mengetahui tentang organisasi pelayanan kebidanan.
  
  





DAFTAR PUSTAKA

Machfoeds,ircham,dkk, pendidikan kesehatan  bagian dari promosi kesehatan.Fitrama .yogyakarta.2007.hal 78:106
mellani,niken,dkk.2009.kebidanan.komunitas.yogyakarta:fitramaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar