INDONESIA SEHAT 2025
MAKALAH
Tugas
Mata Kuliah : Organisasi Management
Dosen
Pengampu : Fenny Bintarawati, S.ST
Disusun
oleh:
Lania Dwitya Febriani
AKADEMI KEBIDANAN SOKO
TUNGGAL SEMARANG
2015
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Daftar Isi................................................................................................................. 1
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang...................................................................................... 2
B. Rumusan
Masalah ................................................................................ 3
C. Tujuan.................................................................................................. 4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi................................................................................................. 5
B. Visi....................................................................................................... 5
C. Misi...................................................................................................... 6
D. Tujuan.................................................................................................. 8
E. Sasaran................................................................................................. 9
F. Strategi................................................................................................. 9
G. Upaya
Pokok Pembangunan Kesehatan............................................... 11
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.......................................................................................... 13
B. Saran.................................................................................................... 13
Daftar Pustaka........................................................................................................ 14
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Tujuan pembangunan kesehatan menuju
Indonesia Sehat 2025 adalah meningkatnya kesadaran, kemauan, dan kemampuan
hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat
yang setinggi-tingginya dapat terwujud, melalui terciptanya masyarakat, bangsa
dan Negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dengan perilaku
dan dalam lingkungan sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan
kesehatan yang bermutu, secara adil dan merata, serta memiliki derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya di seluruh wilayah Republik Indonesia.
Indonesia saat ini masih tetap
menghadapi permasalahan pengendalian penyakit menular dan adanya kecenderungan
meningkatnya penyakit tidak menular. Hal ini menunjukkan telah terjadi transisi
epidemiologi penyakit, sehingga Indonesia menghadapi beban ganda pada waktu
yang bersamaan.
Kesehatan merupakan hak dasar manusia dan merupakan
salah satu faktor yang sangat menentukan kualitas Sumber Daya Manusia, di
samping juga merupakan karunia Tuhan yang perlu disyukuri. Oleh karena itu
kesehatan perlu dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya serta dilindungi dari
ancaman yang merugikannya.
Derajat kesehatan dipengaruhi
banyak faktor : lingkungan perilaku, pelayanan kesehatan, dan keturunan. Faktor
lingkungan dan perilaku sangat mempengaruhi derajat kesehatan. Termasuk
lingkungan adalah : keadaan pemukiman/ perumahan, tempat kerja, sekolah dan
tempat umum, air dan udara bersih, juga teknologi pendidikan, sosial ekonomi.
Sedangkan perilaku tergambar dalam kebiasaan hidup sehari-hari seperti : pola
makan, kebersihan perorangan, gaya hidup dan perilaku terhadap upaya kesehatan.
Upaya-upaya dalam bidang
lingkungan dan perilaku tersebut pada waktu yang lalu belum dilaksanakan secara
optimal. Padahal meskipun upaya kesehatan sudah dilakukan maksimal, tetapi
apabila lingkungan dan perilaku belum berkembang dengan baik, tidak akan
menjamin peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu pada waktu
yang akan datang pembangunan kesehatan perlu lebih proaktif, tidak menunggu
orang sakit melainkan aktif memelihara meningkatkan dan melindungi kesehatan
masyarakat dalam rangka peningkatan kualitas SDM dan produktivitas SDM dan
produktivitas mayasarakat.
Selain itu pada waktu
sekarang dan yang akan datang kita juga menghadapi masalah transisi demografis
dan epidemiologis, tantangan global dan regional, perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi yang pesat termasuk di bidang informasi, telekomunikasi dan
transportasi, serta maraknya demokratisasi di segala bidang. Semuanya itu
mendorong perlunya dilakukan peninjauan kembali terhadap kebijakan yang ada
serta dirumuskannya paradigma baru di bidang kesehatan.
Hal ini sejalan dengan UU No.
23 Tahun 1992 tentang Kesehatan yang tetap dijadikan acuan, yang pasal 3
menyebutkan bahwa tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan
kesadaran, kemauan dan kemampuan bagi setiap orang agar terwujud derajat
kesehatan yang optimal.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa Definisi
Indonesia Sehat 2025?
2.
Apa Visi Indonesia Sehat 2025?
3.
Apa Misi Indonesia Sehat 2025?
4.
Apa Tujuan Pembangunan Kesehatan?
5.
Siapa saja Sasaran Pembangunan
Kesehatan?
6.
Bagaimana Strategi Pembangunan
Kesehatan?
7.
Bagaimana Upaya Pokok Pembangunan
Kesehatan?
C.
Tujuan
1.
Untuk Mengetahui Definisi Indonesia
sehat 2025.
2.
Untuk mengetahui Visi Indonesia
Sehat 2025.
3.
Untuk Mengetahui Misi Indonesia
Sehat 2025.
4.
Untuk mengetahui Tujuan Pembangunan
Kesehatan.
5.
Untuk mengetahui siapa saja Sasaran Pembangunan
Kesehatan.
6.
Untuk mengetahui bagaimana Strategi
Pembangunan Kesehatan.
7.
Untuk mengetahui bagaimana Upaya
Pokok Pembangunan Kesehatan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Definisi
Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Bidang Kesehatan (RPJPK) Tahun 2005-2025 adalah rencana pembangunan nasional
dibidang kesehatan, yang merupakan penjabaran dari RPJPN Tahun 2005-2025, dalam
bentuk dasar, visi, misi, arah dan kebutuhan sumber daya pembangunan nasinal
dibidang kesehatan untuk masa 20 tahun ke depan, yang mencakup kurun waktu
sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2025.
Indonesia Sehat 2025 adalah perilaku
masyarakat yang proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah
terjadinya resiko penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit serta
berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. Selanjutnya masyarakat
mempunyai kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, layanan
yang tersedia adalah layanan yang berhasil guna dan berdaya guna yang tersebar
secara merata di Indonesia dengan demikian terwujudnya derajat kesehatan
masyarakat yang optimal yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara
social dan ekonomis.
B.
Visi
Keadaan masyarakat Indonesia di masa
depan atau visi yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan dirumuskan
sebagai “Indonesia Sehat 2025”. Dalam Indonesia Sehat 2025, lingkungan
strategis pembangunan kesehatan yang diharapkan adalah lingkungan yang kondusif
bagi terwujudnya keadaan sehat jasmani, rohani maupun social, yaitu lingkungan
yang bebas dari kerawanan social budaya dan polusi, tersedianya air minum dan
sarana sanitasi lingkungan yang memadai, perumahan dan pemukiman yang sehat,
perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan, serta terwujudnya kehidupan
masyarakat yang memiliki solidaritas social dengan memelihara nilai-nilai
budaya bangsa.
Dalam Indonesia Sehat 2025 diharapkan
masyarakat memiliki kemampuan menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu dan
juga memperoleh jaminan kesehatan, yaitu masyarakat mendapatkan perlindungan
dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatannya. Pelayanan kesehatan bermutu yang
dimaksud adalah pelayanan kesehatan termasuk pelayanan kesehatan dalam keadaan
darurat dan bencana, pelayanan kesehatan yang memenuhi kebutuhan masyarakat
serta diselenggarakan sesuai dengan standar dan etika profesi.
Diharapkan dengan terwujudnya lingkungan
dan perilaku hidup sehat, serta meningkatnya kemampuan masyarakat dalam
memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu, maka akan dapat dicapai derajat
kesehatan individu, keluarga dan masyarakat yang setinggi-tingginya.
C.
Misi
Dengan berlandaskan pada dasar
Pembangunan Kesehatan, dan untuk mewujudkan Visi Indonesia 2025, ditetapkan 4
misi Pembangunan Kesehatan, yaitu:
1. Menggerakkan
Pembangunan Nasional Berwawasan Kesehatan
Keberhasilan
pembangunan kesehatan tidak semata-mata ditentukan oleh hasil kerja keras
sector kesehatan, tetapi sangat dipengaruhi oleh hasil kerja serta kontribusi
positif berbagai sektor pembangunan lainnya. Untuk optimalisasi wawasan
kesehatan sebagai asas pokok program pembangunan nasional. Kesehatan sebagai
salah satu unsur dari kesejahteraan rakyat juga mengandung arti terlindunginya
dan terlepasnya masyarakat dari segala macam gangguan yang mempengaruhi derajat
kesehatan masyarakat.
2. Mendorong
Kemandirian Masyarakat untuk Hidup Sehat
Kesadaran,
kemauan dan kemampuan setiap individu, keluarga dan masyarakat untuk menjaga
kesehatan, memilih dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, sangat
menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan. Penyelenggaraan pemberdayaan
masyarakat meliputi:
a. Penggerakan
masyarakat
Masyarakat
paling bawah mempunyai peluang yang sebesar-besarnya untuk terlibat aktif dalam
proses pembangunan kesehatan.
b. Organisasi
masyarakat
Diupayakan agar
peran organisasi masyarakat local makin berfungsi dalam pembangunan kesehatan.
c. Advokasi
Masyarakat
memperjuangkan kepentingannya di bidang kesehatan.
d. Kemitraan
Dalam
pemberdayaan masyarakat penting untuk meningkatkan kemitraan dan partisipasi
lintas sektor, swasta, dunia usaha dan pemangku kepentingan.
e. Sumberdaya
Diperlukan
sumberdaya memadai seperti SDM, system informasi dan dana.
3. Memelihara
dan Meningkatkan Upaya Kesehatan yang Bermut, Merata dan Terjangkau
Pembangunan
kesehatan diselenggarakan gunan menjamin tersedianya upaya kesehatan, baik
upaya kesehatan masyarakat maupun upaya kesehatan perorangan yang bermutu,
marata dan terjangkau oleh masyarakat. Upaya kesehatan diselenggarakan dengan
pengutamaan pada upaya pencegahan (preventif), dan peningkatan kesehatan
(promotif) bagi segenap warga Negara Indonesia, tanpa mengabaikan upaya
penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitative). Agar
dapat memelihara dan meningkatkan kesehatan, diperlukan pula upaya peningkatan
lingkungan yang sehat. Upaya kesehatan tersebut diselenggarakan dengan
kemitraan antara pemerintah, dan masyarakat termasuk swasta.
4. Meningkatkan
dan Mendayagunakan Sumber Daya Kesehatan
Dalam
penyelenggaraan pembangunan kesehatan, sumber daya kesehatan perlu ditingkatkan
dan didayagunakan, yang meliputi sumber daya manusia kesehatan, pembiayaan
kesehatan, serta sediaan farmasi dan alat kesehatan. Sumber daya kesehatan
meliputi pula penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan/kedokteran,
serta data dan informasi yang makin penting peranannya. Tenaga kesehatan yang
bermutu harus tersedia secara mencukupi, terdistribusi secara adil, serta
termanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna.
D.
Tujuan
Tujuan pembangunan kesehatan menuju
Indonesia Sehat 2025 adalah meningkatnya kesedaran, kemauan dan kemampuan hidup
sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya dapat terwujud, melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan
Negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dengan perilaku dan
dalam lingkungan sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan
yang setinggi-tingginya diseluruh wilayah Republik Indonesia.
E.
Sasaran
Sasaran
pembangunan kesehatan yang akan dicapai pada tahun 2025 adalah meningkatnya
derajat kesehatan masyarakat, yang ditunjukkan oleh indikator dampak, yaitu :
1)
Meningkatnya
Umur Harapan Hidup (UHH) dari 69 tahun pada tahun 2005 menjadi 73,7 tahun pada
tahun 2025.
2)
Menurunnya
Angka Kematian Bayi dari 32,3 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2005
menjadi 15,5 per kelahiran hidup pada tahun 2025.
3)
Menurunnya
Angka Kematian Ibu dari 262 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2005 menjadi
74 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2025.
4)
Menurunnya
prevalensi gizi kurang pada balita dari 26% pada tahun 2005 menjadi 9,5% pada
tahun 2025.
F.
Strategi
Pembangunan Kesehatan
Untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan kesehatan
maka strategi pembangunan kesehatan yang akan di tempuh tahun 2025 adalah :
1.
Pembangunan
nasional yang berwawasan luas
Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi
salah satu hak dasar rakyat yang sangat fundamental. Untuk terselenggaranya
pembangunan nasional berwawasan kesehatan perlu dilaksanakan kegiatan advokasi,
sosialisasi, orientasi, kampanye dan pelatihan sehingga semua pelaku
pembangunan nasional memahami dan mampu melaksanakan pembangunan nasional yang
berwawasan kesehatan.
2.
Mendorong
kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
Kesehatan adalah tanggung jawab bersama dari setiap
individu, masyarakat dan pemerintah. Upaya pemelliharaan dan peningkatan
kesehatan setiap individu, keluarga, masyarakat dan lingkungan dilakukan tanpa
meninggalkan upaya penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan, kesadaran,
kemauan, dan setiap individu, keluarga dan masyarakat untuk menjaga kesehatan,
memilih, dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu.
3.
Memelihara dan
meningkatkan upaya kesehatan yang bermutu,merata dan terjangkau
Pengembangan pelayanan atau upaya kesehatan yang
mencangkup upaya kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan perorangan
diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dilaksanakan secara
menyeluruh, terpadu, berkelanjutan, merata, terjangkau, berjenjang, profesional
dan bermutu. Pelayanan kesehatan bagi
masyarakat miskin perlu mendapatkan pengutamaan. Penyelenggaraan upaya
kesehatan diutamakan bagi masyarakat miskin perlu mendapatkan pengutamaan.
Penyelenggaraan upaya kesehatan diutamakan pada upaya pencegahan dan
peningkatan kesehatan tanpa mengabaikan upaya pengobatan dan pemulihan
kesehatan.
4.
Pengembangan dan
pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan
Pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau
diseratai juga dengan sumber daya manusia kesehatan yang mengikuti perkembangan
IPTEK menerapkan nilai-nilai moral dan etika profesi yang tinggi. Semua tenaga
kesehatan dituntut untuk selalu menjunjung tinggi sumpah dan kode etik profesi.
Dalam pelaksanaan strategi ini dilakukan perencanaan kebutuhan dan penentuan
standar kompetensi tenaga kesehatan, pengadaan tenaga kesehatan, penentuan
standar kompetensi tenaga kesehatan dan pendayagunaan tenaga kesehatan, serta
pembinaan dan pengawasan sumber daya manusia, upaya pengadaan tenaga kesehatan
dilaksanakan di indonesia dalm era desentralisasi dan globalisasi.
5.
Penanggulangan
keadaan darurat kesehatan
Keadaan
darurat kesehatan dapat terjadi karena bencana, baik bencana alam maupun
bencana karena ulah manusia, termasuk konflik sosial, keadaan darurat kesehatan
akan mengakibatkan dampak yang luas. Oleh karena itu penanggulangan keadaan
darurat kesehatan mencakup upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan
perorangan yang dilakukan secara komprehensif serta di udkung lintas sektor dan
peran aktif dari masyarakat.
G.
Upaya
Pokok Pembangunan Kesehatan
Penyelenggaraan pembangunan kesehatan diutamakan bagi penduduk yang rentan yakni :
Ibu, bayi, anak, lansia dan keluarga miskin yang dilakukan melalui peningkatan
upaya pokok pembangunan kesehatan yang terdiri dari upaya kesehatan, pembiayaan
kesehatan, sumber daya manusia kesehatan, sediaan farmasi, alat kesehatan dan
makanan, minuman, manajemen informasi kesehatan serta pemberdayaan masyarakat.
Upaya pokok tersebut dilaksanakan dengan memperhatika kependudukan,
epidemiologi penyakit, perubahan ekologi dan lingkungan, kemajuan IPTEK,
globalisasi dan demokratis dengan semangat kemitraan dan kerja sama lintas
sektor.
Pembangunan kesehatan di
prioritaskan pada pemberdayaan dan kemandirian masyarakat, serta upaya
kesehatan, khususnya upaya peningkatan dan pencegahan yang ditunjang oleh pengembangan
dan pemberdayaan SDM kesehatan.
Dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan tersebut
diberikan perhatian khusu kepada pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin,
daerah tertinggal, daerah bencana, daerah perbatasan, daerah terpencil termasuk
pulau-pulau kecil dengan memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Indonesia Sehat 2025 adalah perilaku
masyarakat yang proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah
terjadinya resiko penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit serta
berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. Selanjutnya masyarakat
mempunyai kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, layanan
yang tersedia adalah layanan yang berhasil guna dan berdaya guna yang tersebar
secara merata di Indonesia dengan demikian terwujudnya derajat kesehatan
masyarakat yang optimal yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara
social dan ekonomis.
B.
Saran
Penulis mengharapkan agar
mahasiswa dapat mengetahui dan memanfaatkan makalah ini untuk menambah wawasan
untuk mengetahui tentang Program Pembangunan
Kesehatan menuju Indonesia Sehat 2025.
DAFTAR PUSTAKA
Keputusan
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 375/Menkes/SK/V/2009
Online Casino: What to Know About the Benefits of the Bonus
BalasHapusOnline Casino Benefits for American 온카지노 Players. Online Casino 인카지노 Benefits: · More 메리트 카지노 쿠폰 Popular Games · The Benefits of Deposit Options · The Benefits of Bonus